Category Archives: Artikel Wisata Bahari

Tumbuhkan Jiwa Bahari, KRI Jadi Tren Wisata Edukasi

pelni 1pengembangan wisata bahari – Keberadaan Kapal perang yang merupakan simbol eksistensi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, kini menjadi salah satu tujuan wisata edukasi bagi sekolah-sekolah baik Taman kanak-kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama serta Menengah Atas. Contohnya, Taman Kanak Kanak Islam Terpadu Al Muttaqin berkunjung ke KRI Bintuni 520 yang sandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (26/9). TK IT Al Muttaqin yang beralamat di Kedaung, Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat ini membawa para siswa-siswinya untuk mengunjungi kapal perang milik Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).Sebanyak 65 siswa-siswi TK ini didampingi 5 guru. Mereka sengaja datang untuk melihat Kapal perang Republik Indonesia TNI AL yang berada di dermaga Kolinlamil Tanjung Priok. Continue reading

Persaingan Wisata Bahari Semakin Ketat, Akses ke Tanjung Benoa Harus Jadi Perhatian

gallery_laskar pelangi11Beberapa wisatawan Tiongkok tampak mendominasi kunjungan di kawasan wisata bahari Pantai Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali, Rabu (5/7/2017) siang.Meski terik, mereka antusias menikmati berbagai aktivitas olahraga air seperti parasailing, flying fish, rolling donut, snorkeling, ataupun banana boat.Antonie Kepi, pengusaha water sport di kawasan tersebut mengatakan, parasailing masih menjadi favorit di antara wahana water sport lainnya.Antonie mengatakan, semua usaha water sport di Tanjung Benoa dikelola oleh perseorangan dan pemiliknya kebanyakan warga asli Tanjung Benoa. Soal harga disesuaikan dengan kesepakatan kerjasama antara pengusaha dan travel agent.”Biasanya 70 dolar (USD) untuk wisatawan asing dan Rp 600 ribu sampai Rp 650 ribu untuk wisatawan domestik,” ujar Antonie. Continue reading

Pulau Pari, Wisata Bahari ala Jakarta

wisata-bahariPelatihan wisata bahari – Siapa bilang Jakarta hanya soal megah metropolitan? Kalaupun tak hanya soal megah gedung pencakar langit, Ibu Kota biasanya dilekatkan semata dengan penjelajahan bangunan-bangunan bersejarah dan ragam kuliner yang sanggup menggoyang lidah. Tapi, tahukah kamu kalau kota yang dulu bernama Batavia ini juga punya tawaran wisata bahari?Di bagian utara, lepas pesisir Teluk Jakarta, terdapat kawasan administrasi Kepulauan Seribu. Sesuai dengan namanya, terdapat banyak pulau, baik besar maupun kecil, di sini. Tapi di antara banyak, kunjungan ke Pulau Pari adalah salah satu kesempatan yang tak boleh dilewatkan ketika pelesiran ke Kepulauan Seribu.Demi mencapainya, kamu bisa naik perahu lewat Marina Ancol maupun Pelabuhan Kaliadem dengan masing-masing jarak tempuh 1,5 jam dan 2,5 jam. Tak terlalu jauh dari daratan utama Jakarta.
Continue reading

Wisata Bahari Sabang-Langkawi-Phuket Siap Manjakan Wisatawan

poros maritimPengembangan wisata bahari– Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan Deputi Menteri Pariwisata Kebudayaan Malaysia, Datuk Mas Ermieyati Samsudin, menyaksikan penandatanganan MoU Marine Tourism Triangle Cooperation Langkawi-Phuket-Sabang. “Kami ingin membangun segitiga yacht and cruise antara Sabang-Langkawi-Phuket, tiga negara dalam satu aktivitas sailing,” kata Menpar Arief Yahya di Bangkok, Thailand, Rabu (26/4). Tujuannya, setelah Sail Sabang 2017 pada bulan Desember nanti, ada bisnis marine tourism yang mengkoneksi tiga marina dan port itu. “Sehingga Sail Sabang tidak berhenti di event Sail Sabangnya, Tapi diikuti dengan bisnisnya agar  sustainable,” paparnya. Pihak-pihak yang menandatangani MoU tersebut antara lain: Halim Mazmin Berhad, Sabang Free Trade Zone, dan Free Port Authority on Cooperation in Fishery, Port and Tourism. Lalu Fauzie Husei (CEO of Sabang Authority Free Trade Zone), Firman Abdul Shukor (Halim Mazmin Berhad-Malaysia), dan Marieke Derks (organizer Sail Thailand Rellies on behalf SM Tachting SDN – Malaysia).

Continue reading

Kembangkan Wisata Bahari, Pemerintah Perlu Libatkan Warga Lokal

susi pujiastutipengembangan wisata bahari– Pemerintah perlu lebih melibatkan warga lokal dalam pengelolaan wisata bahari agar peristiwa seperti kandasnya kapal Caledonian Sky yang merusak terumbu karang di perairan Raja Ampat, tidak terulang kembali pada masa depan.”Dari kasus Caledonian Sky ini, hendaknya menjadi pelajaran bahwa pengembangan wisata bahari nasional jika mengabaikan partisipasi rakyat atau masyarakat pesisir setempat, bakal memperluas tingkat kerusakan sumber daya laut,” kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim, di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa 21 Maret 2017.  Untuk itu, ujar dia, pemerintah juga selayaknya dapat mengambil sejumlah langkah tambahan seperti mengembangkan peningkatan sistem pengawasan kapal asing, mendahulukan kapal-kapal nelayan sebagai sarana pengangkut turis di lokasi wisata bahari.  Continue reading