Kegiatan Ditawarkan

Indonesia adalah Negara bahari yang membentang dari Sabang di sebelah barat hingga Merauke disebelah timur dan dari Pulau Rote disebelah selatan sampai Pulau Miangas disebelah utara. Wilayah tersebut di atas sebagian terbesar berupa lautan yang mengitari lebih dari 10.000 pulau. Dengan demikian sudah selayaknya kalau Indonesia adalah Negara bahari. Laut yang sedemikian luas mengandung sumberdaya yang besar pula, baik yang berupa sumberdaya perikanan, pertambangan maupun sumberdaya wisata seperti wisata pantai dan juga wisata laut yang antara lainnya adalah wisata taman laut dengan olah raga selamnya (diving), berlayar, berselancar dan sebagainya. Ada beberapa tempat di Indonesia yang mempunyai potensi taman laut yang telah dikenal secara luas seperti Bunaken, Raja Ampat, Ambon dan Kepulauan Maluku. Dalam mengembangkan potensi, langkah awal yang dilakukan adalah mencari tahu seberapa potensi yang ada, bagaimana prospek dari potensi tersebut, kendala-kendala apa yang dihadapi serta prasyarat-prasyarat yang ada.Kemudian bertolak dari kondisi yang ada tersebut dapat ditentukan target atau arah kemana pengembangan yang akan dilakukan, serta langkah-langkah antisipasi apa saja yang harus dilakukan pula.Dengan demikian proses pengembangan tersebut akan mudah dipahami, mudah menentukan langkah, mudah memantau dan mengevaluasi serta mudah mengambil langkah antisipasi apabila terjadi penyimpangan dari apa telah yang direncanakan.

Secara garis besar upaya pengembangan wisata Bahari, PT Kirana Adhirajasa Indonesia dapat membantu Pemerintah daerah untuk melakukan beberapa hal yang dapat dikelompokkan dalam beberapa kelompok kegiatan, yaitu :

Pertama, identifikasi dan analisa terhadap kondisi dan prospek wisata bahari yang ada beserta factor-faktor dan aspek yang mempengaruhinya, Dalam wujud Kajian Potensi Wisata Bahari

Kedua, penentuan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan wisata bahari tersebut, meliputi hal-hal yang terkait dengan penentuan lokasi, proses pengembangan mulai dari penentuan pelaku pengembang, pembuatan perencanaan pengembangan baik perencanaan spatial/keruangan maupun perencanaan kegiatan serta pembuatan feasibility study,

Ketiga, penyiapan peraturan dan pengaturan terkait dengan pengembangan wisata bahari, penyiapan sumberdaya manusia, penyiapan serta penyediaan peralatan dan perlengkapan dalam bentuk asistensi maupun menyiapkan naskah akademis

Keempat, perancangan teknis mulai dari pra rancangan sampai detail engineering design (D.E.D.) serta pembangunan/konstruksi obyek wisata beserta bangunan-bangunan / fasilitas-fasilitas pendukungnya,

Kelima, Kajian Pasar atau pemasaran wisata bahari yang meliputi peluang pasar, target pasar ataupun review pasar wisatawan

Keenam, Penyusunan Paket wisata Bahari, termasuk didalamnya penentuan harga jual paket wisata bahari.

Ketujuh, Program pelatihan dan pengembangan SDM wisata bahari baik dari sisi SDM pengelola maupun SDM teknis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− seven = 2